Palembang, IDN Times – Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda atau Finda, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seperti sekarang.
“Kita ada program edukasi ke 18 kecamatan di Palembang untuk mewaspadai penularan DBD, karena rentan dalam kondisi seperti ini (musim hujan),” ujarnya, Rabu (14/9/2022).
Baca Juga: DBD di Muba Meningkat, Sudah Ada 112 Kasus dan 1 Meninggal
1. Pemkot edukasi pola hidup sehat di lingkungan permukiman padat
Bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyosialisasikan pencegahan penularan DBD dengan edukasi masyarakat di permukiman padat.
“Poin penting mencegah penularan DBD ada empat langkah, tapi paling utama adalah menerapkan pola hidup bersih,” kata Fitri.
2. Tetap ingatkan potensi COVID-19 di tengah ancaman DBD
Upaya mewaspadai ancaman DBD atau penyakit yang rentan muncul setiap musim hujan ini, yakni meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Kemudian tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Karena selain DBD, penularan COVID-19 juga masih ada,” jelas dia.
3. PHBS dan prokes kunci penting cegah penularan penyakit
Selain menerapkan disiplin prokes, masyarakat juga diminta mencari lingkungan yang bersih dan menghindari kerumunan. Sebab penularan cepat terjadi di tengah keramaian.
“Dalam kondisi pandemik COVID-19, penyakit DBD juga mengancam saat musim hujan 2022. PHBS dan disiplin prokes merupakan kunci utama mencegah penyakit tersebut,” timpalnya.
4. Ajak masyarakat mengonsumsi buah, sayur, dan makanan bergizi
Untuk meningkatkan PHBS dan mendisiplinkan warga Palembang menerapkan prokes, Pemkot Palembang menurunkan petugas kesehatan ke permukiman penduduk untuk mengedukasi masyarakat.
“Masyarakat harus memperhatikan indikator PHBS dan membersihkan tempat agar tidak menjadi sarang nyamuk, mencegah mewabah DBD, meningkatkan prokes, serta mengonsumsi sayur dan buah,” tandas dia
Baca Juga: Dinkes Palembang Ingatkan Warga Gejala DBD Mirip COVID-19